Cerita Sapi

11 Sep

Beberapa tahun lalu selepas solat Eid Adha di lapangan dekat rumah, saya dan kakak mencari ayah di tengah kerumunan orang, minta ditemani melihat sapi. Ibu pulang duluan karena ingin menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya. Ayah, saya, dan kakak bergandengan tangan dengan riang menuju tempat hewan qurban yang ada di belakang. Tak lama, saya merasa ingin mengabadikan momen asyik itu. Maka diambillah foto ini, sebuah refleksi dari ayah dan putri-putrinya (karena selfie terlalu mainstream :p ). 

Malam ini, tanpa sengaja foto tiga tahun lalu muncul saat meng-scroll album. Kini, tiga tahun kemudian pada malam takbiran menjelang Idul Adha 2016, saya baru menyadari betapa dahsyat kasih orangtua. Sebuah cinta kasih yang tak lekang waktu. Mereka merawat dan mendidik dengan penuh cinta dan kesantunan. Meskipun saya sering nakal dan ndablek, tapi cinta mereka itu abadi. Lebih dari 30 tahun saya diperlakukan dengan sangat baik. Lebih dari tiga dekade, saya dirawat dengan penuh penghormatan. 
Well, jika toh ada orang-orang yang boleh memperlakukan saya dengan tidak pantas, saya rasa hanya mereka yang berhak. Namun ternyata, hingga detik ini, belum sekalipun saya dinistakan oleh mereka. Sebab, cinta orangtua itu berisi kasih yang sepanjang masa..
Selamat Idul Adha.. 🙂
Jakarta, 11 September 2016

Chibi Ranran

Iklan
%d blogger menyukai ini: