Arsip | curhat iseng-iseng RSS feed for this section

My Life as a Researcher: BFFΒ 

6 Jul

​

Tiga sahabat saya ini Insya Allah akan melanjutkan studi S2 tahun ini. Yang satu ke Inggris, yang satu ke Jerman, dan satu lagi ke US. Bangga adalah perasaan yang saya rasakan untuk mereka. Kami berempat bertemu pertama kali tahun 2015 ketika sama-sama menjadi peneliti baru di kantor. Sejak itu, mereka adalah lingkaran terdalam saya di lingkungan para ilmuan muda. 
Saat masih unyu dulu, kami sering berandai-andai melanjutkan sekolah dan ikut konferensi di luar negeri. Sering membicarakan mimpi-mimpi dan sesumbar tentang apa yang akan dilakukan sebenarnya salah satu cara kami untuk menarik perhatian semesta. Demi sebuah teori mestakung atau semesta mendukung. Impian akan menghampiri saat seseorang mau bangun dan bekerja keras meraihnya. Saya tahu sekali perjuangan seperti apa yang mereka lakukan demi meraih semuanya. Tidak ada yang namanya kebetulan, semua adalah hasil usaha, doa, dukungan keluarga dan teman-teman. 
Sukses kalian adalah bahagia saya. Selamat belajar di negeri seberang. “Ditinggal” oleh ketiga sahabat tentu menjadi cambuk bagi saya untuk kembali fokus pada proses menggapai cita-cita tertinggi dalam jenjang akademik. Persiapan adalah hal penting. Namun yang utama adalah berani apply. Tidak ada orang yang akan diterima jika tidak melakukan peng-apply-an! Selamat meng-apply, chib! Insya Allah semesta mendukungmu! Aamin.
Jakarta, 6 Juli 2017

Chibi Ranran

My Life as a Researcher: I’m in Bandung

4 Mei

Jadi peneliti itu berat. Sebab berulang kali harus meninggalkan keluarga untuk penelitian maupun konferensi. Alhamdulillah punya keluarga yang selalu support. Sebab mereka tahu, sejauh apapun kaki ini melangkah, pada akhirnya akan selalu menuju jalan pulang. Sering bepergian juga membuat kita menghargai kebersamaan keluarga. Dan membuat perasaan rindu rumah begitu membuncah. Membuat kita menghargai apa yang ditinggalkan di sana. 
Bandung, 4 Mei 2017

Chibi Ranran

Happy 7th Birthday, Sydney!

4 Feb

Ga kerasa udah 7tahun aja. Jadi inget pertama kali ketemu, Sydney lagi dipajang di etalase toko boneka Korea dekat stasiun Campsie. Kebetulan toko itu selalu gw lewati saat berangkat ke kampus. Beberapa hari bolak-balik ngintipin Sydney sama 3 saudaranya yang warna biru, ijo, dan coklat. Ga berani masuk dan nanya harga karena tokonya keliatan mihil. Trus akhirnya maksa kakak buat nanyain ke petugas. Dan ternyata emang mihil beneeeer! Weleh2.. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Sampe terjadi hubungan telepon ke Jakarta, nanya ke bokap gimana sebaiknya. Wkwkwk.. anak muda labil. Soalnya ini perkara hidup dan mati. Kalo beli Sydney, otomatis uang jajan seminggu amblas.. πŸ˜‚πŸ˜‚. 

Besoknya pas lewat lagi, syok karena si biru n coklat udah ngga ada. Wah!! Gawat kalo Sydney keburu dibeli ama orang. Dengan semena-mena gw masuk ke toko, ngambil Sydney dan langsung ke kasir. Keluar toko rasanya legaaaaaaaaaaaa banget! She’s mine!! Yay!!

Seinget gw, setelah beli Sydney itu adalah minggu yang paling ngenes. Haha. Makan pagi sereal, makan siang roti gandum-nutela 2 slices. Tapi makan malam untungnya tetep mewah. Wkwkwk. Kelar ngampus langsung pulang, ga main karena duidnya cuma cukup untuk ongkos kereta rumah-kampus-rumah. Hahaha.

Tapi yaa musim paceklik itu ngga abadi. Wkwkwk. Setelah 2 minggu yang menderita, minggu depannya cus pesen tiket ke Melbourne untuk nonton Australian Open Federer vs Murray. Sydney’s first trip! Sepanjang perjalanan, Sydney selalu menjadi idola buat petugas bandara, imigrasi, dan orang yang berpapasan. Dulu Sydney masih ngegemesin sihhh.. kalo sekarang mah udah butek πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. 

7 tahun lalu Federer menang, tahun ini Federer juga menang. Gak ada matinyeeeeeee si om. Prok prok!! Anyway.. have a very happy birthday, Syd! Kiss kiss 😘😘😘
*Ps: Sydney sempet hilang setengah jam di bandara Cebu-Filipina. Gw ga ngeh, abis fotoin dia di background welcome to Philippines, trus gw maen pergi aja nenteng koper. Selama setengah jam ga nyadar kalo dia ilang. Gw malah asik ngubrul2 ama mba counter nomor hp. Wkwkwk. Pas mo berangkat ke hotel, nyari-nyari Sydney di tas kok ga ada. Langsung panik! Jantung rasanya copot! Ya Allah, Sydney ilang aja rasanya kayak gini 😒😒😒. Gimana kalo anak yang ilang (waktu itu lagi kasus penculikan anak banyak beredar di timeline). Huhuhu. Trus feeling jangan-jangan di spot terakhir, yaitu dekat pengambilan bagasi. Langsung gw masuk nerobos ke dalam. Teriak-teriak manggil petugas “pink doll! pink doll!” sambil nunjukin foto Sydney. Petugasnya langsung teriak ke temennya “teddy bear pink!”. Daaaaaan bener!! Sydney lagi dibawa petugas House Keeping pake troli. Huhuhu. Untung ketemu. Gw makasi berkali-kali ke petugas. Mereka senyum-senyum geli.. πŸ˜‚πŸ˜‚ Sydney ilang di bandara itu salah satu pengalaman paling mengerikan… 😩😩😩
Jakarta, 4 Februari 2017

Chibi Ranran

Cerita Sapi

11 Sep

Beberapa tahun lalu selepas solat Eid Adha di lapangan dekat rumah, saya dan kakak mencari ayah di tengah kerumunan orang, minta ditemani melihat sapi. Ibu pulang duluan karena ingin menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya. Ayah, saya, dan kakak bergandengan tangan dengan riang menuju tempat hewan qurban yang ada di belakang. Tak lama, saya merasa ingin mengabadikan momen asyik itu. Maka diambillah foto ini, sebuah refleksi dari ayah dan putri-putrinya (karena selfie terlalu mainstream :p ). 

Malam ini, tanpa sengaja foto tiga tahun lalu muncul saat meng-scroll album. Kini, tiga tahun kemudian pada malam takbiran menjelang Idul Adha 2016, saya baru menyadari betapa dahsyat kasih orangtua. Sebuah cinta kasih yang tak lekang waktu. Mereka merawat dan mendidik dengan penuh cinta dan kesantunan. Meskipun saya sering nakal dan ndablek, tapi cinta mereka itu abadi. Lebih dari 30 tahun saya diperlakukan dengan sangat baik. Lebih dari tiga dekade, saya dirawat dengan penuh penghormatan. 
Well, jika toh ada orang-orang yang boleh memperlakukan saya dengan tidak pantas, saya rasa hanya mereka yang berhak. Namun ternyata, hingga detik ini, belum sekalipun saya dinistakan oleh mereka. Sebab, cinta orangtua itu berisi kasih yang sepanjang masa..
Selamat Idul Adha.. πŸ™‚
Jakarta, 11 September 2016

Chibi Ranran

Sebuah Peran

27 Agu

​Dari seluruh peran yg ada di dunia, jadi anak itu paling menyenangkan. Tidak ada kekhawatiran akan apapun (selain nilai ujian barangkali 😝). Disayang2 unconditionally. Dibeliin ini itu, tanpa perhitungan untung rugi. 
Cinta orangtua itu hangat dan sepanjang masa 😚😚. Nikmati selagi mendapat kesempatan. Bentuk kasih paling sempurna yg diciptakan oleh Yang Maha Kuasa.
Jakarta, 29 Agustus 2016

Chibi Ranran

Kapan Nikah? Selow… Rencana Allah Lebih Baik

11 Agu

​Gw umur 29 tahun 10 bulan baru nikah. Padahal udah bersinggungan sama jodoh sejak 18 tahun silam. Ya mau gimana lagi… rencana Allah maunya seperti itu. 

Tahun lalu ketemu lagi, tahun ini nikah. Rasanya lebih josss.. udah matang, udah lebih mapan, dan udah puas dengan semuanya. 

Allah tuh paling tau timing-nya. Pasti PAS. Udaaah… jadi manusia woles aja. Asyik kok! πŸ˜‰
Jakarya, 11 Agustus 2016

Chibi Ranran

Untuk Apa Belajar Matematika?

7 Agu

​Yth bapak ibu guru..
Jika ada murid Anda yg bertanya apa gunanya belajar Aljabar atau matematika dalam kehidupan sehari2, maka jawablah: menguasai matematika diperlukan untuk ujian masuk universitas dan pegawai negeri. 

Seandainya guru math gw dulu menjawab ini waktu gw nanya (bukannya marah2), mungkin gw akan jago banget math dan ga akan galau sampe ikut les segala… 😂😂😂

#PhDprep
Jakarta, 7 Agustus 2016 

Chibi Ranran