Arsip | nulis-nulis ajah RSS feed for this section

Finally ke Washington DC, Amerika! (Tentang Paspor Biru dan Visa Dinas)

10 Mar

Akhirnyaaa~~ impian masa kecil terwujudkan juga! Akhirnya Amerikaaa!!

Hehehe. Tenang.. tenang. Mau tau gimana ceritanya gw bisa ke Amerika?

Jadi gini, tahun lalu gw ikut konferensi studi Asia di Toronto, Kanada. Penyelenggaranya Association for Asian Studies (AAS). Flight gw dari Jakarta ke Toronto ternyata melintasi Washington DC. Walaupun cuma lewat dari udara, gw bertekad dengan keyakinan kuat kalo 2018 gw akan ke sana!

Well, siapa sangka, konferensi AAS 2018 venue-nya di Marriott Wardman Park Hotel yang bertempat di Washington DC. Ibukotanya Amerika plus ada Lincoln Park yang pengen banget gw kunjungi. Gw bahkan punya foto Lincoln Park yang ditempel di pintu lemari baju. Jadi tiap bangun tidur yang langsung dilihat foto itu. Hahaha. Siapa sangka, semesta kembali mendukung langkah kaki gw. Alhamdulillah ya Allah…

Nah, balik lagi ke AAS, gw pun ngontak teman-teman untuk bikin panel di AAS. Karena tema abadi gw adalah hijab cosplay, gw pun membuat panel Islam and Japan Pop Culture. Kenapa Islam and Japan Pop Culture? Selain itu tema yang gw suka, tema itu pun sedang naik daun di kalangan scholar internasional. Kenapa mesti bikin panel? Karena menurut panitia, peluang lolos seleksi untuk panel lebih besar daripada apply individual.

Satu nama yang langsung muncul dalam otak gw adalah Suraya Md Nasir asal Malaysia yang lagi PhD di Kyoto Seika Daigaku. Gw ketemu dia waktu konferensi di Cebu, Manila dan temanya adalah Hijab Manga. Wah cucok meoooong ya cintt!

Lalu, nama kedua adalah Roberto Masami. Gw baru kenal dia waktu pertemuan Japanscope di Japan Foundation Jakarta. Waktu itu, gw sama dia dikelompokin dalam panel yang sama karena temanya Roberto adalah Halal Food.

Karena 1 panel isinya minimal 4 orang, gw pun mengontak Himmi alias Himawan Pratama yang kapabilitasnya ga perlu dipertanyakan lagi. Setelah ngobrol-ngobrol via WA, Himmi pun bersedia ikut dan tema yang akan dia angkat tentang novel Islami yang bertema jejepangan.

Olraaaait! Formasi sudah lengkap, gw pun membuat time table untuk tim. Kapan harus kumpulin abstrak individu, kapan bikin abstrak tim, kapan deadline proposal, dll. Dengan langkah tegap maju jalan, proposal tim gw submit beberapa hari sebelum deadline. Sambil harap-harap cemas, moga keterima. Karena kabarnya, tingkat kesulitannya lumayan tinggi. Setelah usaha, doa, tinggallah keyakinan. Gw selalu positive thinking bahwa proposal ini akan lolos seleksi dan tim kami akan presentasi di Amerika.

Total kurang lebih 6 bulan dari persiapan (ngumpulin orang-orang) sampai pengumuman hasil. Daaaaaaaaan KAMI LOLOS!! Yay~~~ Wah happy banget! Luar biasa rasanya. Tapi tunggu! Jangan terbawa suasana dulu. Masih ada tahap apply visa yang harus dilalui. Ini yang bikin deg-degan parah lahir batin jiwa raga!!

Gw mau cerita sedikit soal kekonyolan gw waktu bikin visa Amerika. Waktu itu tanggal 22 Desember 2017, gw bikin janji wawancara di kedutaan. Well, tahapan isi form aplikasi visa dan pembayaran di CIMB gw skip yaa.. Karena udah banyak banget blog yang bahas.

Naaah… Kalau diingat-ingat, waktu itu gw mixed feeling antara kaget, seneng, dan sedih. Wkwkwk. JSetelah rempong sana sini ngurus kelengkapan visa Amerika, gw pun bikin janji temu hari ini jam 7 pagi. Dari semalam udah ga bisa tidur karena grogi campur deg2an. Ini sih efek baca-baca blog tentang sulitnya mendapatkan visa Amerika.

Tepat jam 6.30 gw udah sampe di Kedutaan. Langsung disuruh masuk ke dalam untuk dicek berkas. Pas sampe ruang tunggu, gw dapat urutan no 33. Wah lumayan juga nunggunya. Tibalah saat yang paling menegangkan bagi semua orang, yaitu ketika masuk ke ruangan untuk sesi interview dengan pejabat konsulat yang semuanya orang Amerika. Sambil nunggu, kita bisa nyimak pertanyaan dan jawaban dari orang-orang yang diinterview. Ada yang diinterview pake bahasa Inggris ada juga yang pakai bahasa Indonesia. Kelihatan sih ada yang grogi, ada yang excited, dan ada yang santai. Yang visanya lolos relatif yang lebih rileks saat diinterview dan tujuannya jelas.

Tibalah giliran gw yang dipanggil. Jreng jreng… Mbak yang interview ngeliet paspor gw. Kebetulan gw apply pakai paspor dinas aka paspor biru.

Percakapannya seinget gw begini:

Mbak: Apa tujuan ibu pergi ke Amerika?
Gw: Menghadiri konferensi Association for Asian Studies di Washington DC
Mbak: Boleh saya lihat undangan?
Gw: Silahkan *sambil nyodorin*
Mbak: Ibu pergi mewakili Indonesia atau nama sendiri?
Gw: Mewakili Indonesia
Mbak: Aduh ibu seharusnya pakai visa dinas. Tidak perlu wawancara dan tidak perlu bayar… Gratis. Karena ibu pakai paspor dinas.
Gw: *kaget* Oh gitu ya. *Padahal dalam hati: apaaahh?? Gratisss?? Oooh dua jutakuuu… huhuhu*
Mbak: Iya ibu. Kalau pakai visa dinas, ibu tidak boleh jalan-jalan sama keluarga atau ke Disneyland. Kalau pakai visa di paspor biasa, ibu bisa jalan-jalan.
Gw: *Ngangguk2*
Mbak: Ibu ada paspor biasa?
Gw: Ada
Mbak: Baiklah. Saya buatkan surat dari sini untuk mengurus visa dinas ya. Ibu minta diuruskan oleh kantor saja, tidak perlu urus sendiri. Bisa kirim lewat kurir, tidak perlu datang lagi.
Gw: Makasih ya
Mbak: Ibu ini suratnya. Karena ibu adalah perwakilan negara Indonesia, pakai visa dinas ya. Nanti kirim juga paspor biasa ibu. Kami akan issued 2 visa. Satu di paspor dinas, satu lagi di paspor biasa. Ini saya kembalikan dokumen dan paspor dinasnya. Terima kasih.
Gw: Baik, terima kasih ya…

Trus langsung nelpon kantor dan nanya tentang visa dinas ini. Terjadilah kehebohan dan gw diketawain. “Aduuuh gimana sih mbak.. Terlalu inisiatif. Sayang duidnya udah keluar. Padahal mah buat kita gratis. Wkwkwk”. Lalu berkas-berkas itu pun gw serahkan ke kantor.

Well, tampaknya tentang ini harus gw tulis di blog. Sebab selama proses pengurusan visa, gw baca banyaaaaaak banget blog tentang pengalaman masing-masing orang. Sayangnya ga nemu blog yang membahas visa Amerika untuk paspor dinas/biru. Ini pun menjadi pembelajaran yang berharga.

Hikmah yang membahagiakan hari ini adalah ekspektasi bikin 1 visa, malah mau dikasih 2. Rejeki rejeki… Dan satu lagi, kalau pakai paspor dinas tuh jangan urus sendiri. Serahkan saja sama ahlinya. Hehehe.

Sooo~~ what to do wahai pemilik paspor biru atau dinas yang mau apply visa Amerika? Yang pertama adalah lapor sama bos kalo lo mau ke Amerika dan minta dibuatkan surat pengantar ke divisi yang ngurusin perihal perjalanan dinas. Kalo di tempat gw namanya Biro Umum. Apa aja ceklisnya:

  1. Surat Pengantar dari Atasan (bahasa Indonesia, kop instansi, ttd cap basah)
  2. Letter of Invitation dari pengundang
  3. Jadwal kegiatan konferensi (yang ada nama kita kapan akan presentasi)
  4. Form daftar riwayat hidup (bahasa Indonesia)
  5. Short cv (2-3 halaman aja, berbahasa Inggris)
  6. Fotokopi KTP
  7. Paspor biru
  8. Bukti bayar visa Amerika
  9. Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Ini tuh kayak rincian dana yang akan dipakai selama di sana. Isinya seperti berapa biaya tiket, hotel, makan, transportasi.
  10. Copy Aplikasi form DS 160 (jangan lupa sesuaikan jenis visanya. Kalau gw pakai visa A2 untuk konferensi). Sebenarnya ini ga diminta sih, tapi buat jaga-jaga, serahkan aja deh. Kalo gak kepake bakal dibalikin kok.

Kira-kira 4-5 hari, visa dinas gw issued! Yay~ Gak hanya itu, visa B1/2 di paspor hijau pun keluar juga! Wah rejeki banget. 2 paspor, 2 visa issued.

Oke, masalah visa kelar. Saatnya packing dan persiapan lahir batin menempuh perjalanan 25 jam! Hihihi

Ntar gw update tentang perjalanan selama di Washington DC yesss~~ ❤

 

Jakarta, 10 Maret 2018

Chibi Ranran

 

Iklan

Perjuangan Mencari Rumah (Part 1)

22 Jul

Well, gw memutuskan untuk menulis ini karena ingin berbagi pengalaman soal (susahnya) mencari rumah. Sebelum nikah, gw selalu bertekad kalau hanya tinggal di apartemen selama satu tahun. Setelah itu gw akan beli rumah. Keyakinan itu selalu gw tanam kuat-kuat dalam hati sambil sesekali sesumbar. Sesumbar bukan untuk pamer atau congkak, tapi ketahuilah.. itu akan membuat impian kita tercapai. Sebab, ada orang-orang yang turut mendoakan. Serta setiap ucapan kita, mana tau ada malaikat lewat lalu didoakan. Aamin..Benar saja, 9 bulan setelah nikah gw mulai gerilya habis-habisan mencari rumah. Hampir setiap minggu gw survei sana sini. Kebanyakan ditemenin bokap, yeah my partner in crime! Hoho. Kadang-kadang ditemani suamik karena Jumat Sabtu dia sibuk kuliah. 

Saran gw, sebelum membeli rumah tentukan dulu mau lokasi dimana. Gw prefer rumah yang dekat dengan orangtua. Apalagi kebetulan rumah mertua gak jauh dari rumah orangtua gw. Jadi ya pas banget. Trus syarat mutlak lainnya adalah harus dekat akses angkot karena gw anaknya suka ngangkot wkwkwk. Kalau dekat akses angkot juga memudahkan ngasih ancer-ancer untuk orang yang mau k rumah kita. Patokan jelas dan Insya Allah kemungkinan nyasarnya kecil. Trus syarat lainnya adalah ada minimarket, warteg (yess gw anaknya doyan makan warteg hahaha), dan mesjid. Biar barokah boo.. dengerin adzan tiap hari. Plus kalo mau tarawih juga jadi gampang. Lalu ada halaman belakang buat jemur. Ya kali jemur baju di depan rumah, segala underware visa berkibar-kibar dilihat tetangga. Wkwkwk. Banyak ya syaratnya? Gak apa, namanya juga harapan. Kan berharap setinggi-tingginya, biar kalau ga kesampaian tetep berada di atas standar. Hohoho

Syarat tambahan yang sifatnya mubah alis kalau ada syukur, kalo ngga ya gak apa-apa adalah bisa parkir 2 mobil. Yah mana tau Allah kasih rejeki dan bisa beli mobil lagi. Aamin. Selain itu, kalau ada tamu juga bisa numpang parkir dan ga nyusahin tetangga karena jalanan rapet. Dan satu lagi, lokasi ga lebih dari 20 kilo dari kantor. Jangan sampe tua di jalan kelamaan. Hikss. Kemudian dimulailah gerilya di daerah radius maksimal 5 kilo dari rumah orangtua dan 20 kilo dari kantor. 

Rumah pertama yang gw survei, langsung jatuh cintrong! Karena semua syarat terpenuhi. Saat itu gw agak congkak karena merasa mencari rumah itu gampang, ga sesulit yang dibilang orang. Yah balik lagi sih jadi manusia jangan congkak yah cinttt… akhirnya gw pun kualat! Wkwkwk. 

Setelah ngasih booking fee Rp5juta (lagi promo, biasanya 10juta), muncullah kekhawatiran alias worst case scenario. Sebab di rumah ini indent alias bukan ready stock. Skema awal gw adalah cash keras atau bayar selama beberapa kali (biasanya 3 kali) dalam periode tertentu. 

Trus kakak gw worried karena kebanyakan developer pada mangkir kalo indent begini. Apalagi kalau udah lunas pembayarannya. Ga ada janji yang bisa dipegang. Kadang ga adil juga sih.. kalo customer yang telat bayar, biaya hangus. Kalo developer yang telat bangun, pinaltinya apa? Nah lho!

Setelah bokap gw konsul sama saudara yang kerjaannya notaris, akhirnya memilih untuk cari rumah ready stock. Masa mau beli sesuatu tapi barangnya belum ada? Lagipula, salah satu indikator developer bonafide adalah yang mampu nyiapin rumah ready stock. Means modalnya banyak. 

Rumah juga perlu disurvei yang secara fisik udah siap. Biar bisa resapi rasanya tinggal di situ. Nyaman atau ngga, betah atau ngga. Pembagian ruangannya suka atau ngga. Feelnya dapet atau ngga. Ada penghuninya atau ngga… Hihihi.

Akhirnya bokap gw pun ngajuin skema pembayaran seperti ini: cash keras 3 kali, pembayaran pertama untuk tanda jadi, pembayaran kedua setelah atap naik, dan pembayaran ketiga saat serah terima kunci. Lumayan win win solution kan. Sama-sama aman. Tapi, emang belum jodoh kali ya.. Setelah deramak yang lumayan ngeselin karena si sales yang gampang baper, akhirnya batal lah gw beli dream house ituh! Gak ngerti gimana ceritanya, terakhir baru tau kalau developernya oke dengan skema yang gw ajukan, tapi si sales kurang informatif. Malahan mutung (ngambek) sampai-sampai ga mau balas wa dan angkat telepon. Ajaib kan? Hahaha. Ya sudahlah, kemudian dimulai lagi babak pencarian rumah. Hohoho

Hampir tiap hari kerjaannya ngubek-ngubek website penyedia layanan jual beli rumah. Subscribed email biar dapat notifikasi. Sebab, cari rumah itu ibarat siapa cepat dia dapat! Pernah suatu ketika nemu iklan rumah yang lokasi oke dan harga juga di bawah pasaran. Pas ngontak salesnya ternyata udah sold out. Padahal baru bulan lalu diiklankan. Luar biasa kan? Jadi ya sempatkan cek notifikasi kalau-kalau ada iklan baru yang sesuai spec yang diinginkan.

Selain itu, gw juga kontak sales-sales dan minta di wa kalau ada info rumah yang oke. Jangan lupa kasih tau segala persyaratan seperti yang gw sebut di atas tadi. Biar para sales bisa sortir dan ngasi info sesuai kebutuhan. 

Jangan patah semangat kalau belum dapat yang cocok di hati. Jangan gegabah juga dalam memutuskan memilih rumah. Perhatikan lingkungan sekitar, resapan air dimana, banjir atau ngga, apakah area itu dulunya tanah urukan atau tanah keras. Hati-hati kalau beli rumah di tanah bekas tanah urukan. Soalnya bangunan rumah bisa cepat retak karena pondasi bawahnya kurang solid. 

Terakhir, banyak-banyak berdoa! Sebab, ini perkara rejeki dan jodoh. Minta dipertemukan dengan rumah yang terbaik menurut Allah, dimudahkan segala upaya, dan rumah yang barokah. Segala sesuatu itu memang perlu diperjuangkan. 

Begitulah kira-kira. Insya Allah akan gw update lagi proses pencarian rumah di part berikutnya. Hoho. Intinya mah semangat!! 

Jakarta, 22 Juli 2017
Chibi Ranran

Nyobain Magic Ring SK-II. Wow masih 22 Tahun!

1 Jul

Setelah beberapa bulan pakai produk SK-II, kakak ngajak nyobain magic ring SK-II buat tau kondisi kulit. Di setiap counter SK-II tersedia layanan ini. Dan gratis!! Dan mbak-mbaknya ga nawarin produk lho. Jadi kita ga berasa kikuk atau feel guilty setelah nyoba sesuatu yang gratis. Hehehe 😜
Dari semalam deg-degan juga sih. Sebab tahun ini gw 31 tahun. Kondisi kulit gw kayak apa yaa.. Huhuhu. Kata mbaknya, kalo hasil di atas 50% itu udah bagus. 
Sebelum dites pakai alat, mbaknya menginput data bulan + tahun lahir, jenis kelamin, dan sedang make up atau ngga. Lalu alat pun ditempel di bagian pipi, cekrek, dan voila!

Wah kaget dan seneng banget pas dapat hasil 63%. Overall skin age-nya 22 tahun pula. Sesuatuuuk!! 

Habis nyobain magic ring SK-II buat tau kondisi kulit. Kata mbaknya, kalo hasil di atas 50% itu udah bagus. Alhamdulillah tadi dapat 63% dan skin age-nya 22 tahun. Sesuatuuuk!! 



Mbaknya pun nawarin hasilnya mau difoto atau ngga. Jelas mau! Hihihi. Gak lupa minta selfi bareng mbaknya. Hahaha. Trims SK-II!

Ini postingan bukan endors lho yaaa 😄😄
Jakarta, 1 Juli 2017

Chibi Ranran

My Father My Hero

19 Jun


Gak sengaja muncul memory di timeline Facebook, 19 Juni 2015. Dengan caption “Paling seneng kalo pulang kantor udah ditungguin di pagar sama lansia kece 63 tahun ini… I’m hoooome~ ❤️”
Lansia kece ini sekarang udah 65 tahun lho~~ Duh jadi kangen masa2 waktu pulang ke rumah dan udah ada yang nungguin di pagar. Kata bokap, begitu jadi istri orang harus keluar dari rumah dan hidup mandiri. Jadi, segera setelah ijab kabul diucapkan, malam selepas resepsi gw udah gak pulang ke rumah. Amazed juga sih.. siapa sangka gw bisa hidup berdua suami. Bareng2 ngerjain kerjaan rumah tangga dan ga pakai jasa ART. Masih survived sampai sekarang! 💪🏻💪🏻💪🏻
Love you, dad!
Jakarta, 19 Juni 2017

Chibi Ranran

Hijab Cosplay as Luffy One Piece

29 Apr


Since Luffy has simple outfit and I have Luffy’s hat. 😄😄😄 Btw, I’m in Subang-Malaysia to attend the first hijab cosplay event Malaysia. Pretty cool!
After that, I spent holiday with my loved one… This is our second time in Malaysia as husband and wife. 😘

Malaysia, 29 April 2017

Chibi Ranran

Hijab Cosplay as Grim Reaper from Goblin Korean Drama

31 Jan

Kepopuleran drama Korea alias drakor semakin ngehits di Indonesia dan seluruh dunia. Sampai saat ini, Goblin adalah drakor paling greget yang pernah gw tonton sejak tahun 2000an. Selain Goblin yang masih jadi favorit gw sampai sekarang adalah Endless Love (Autumn in My Heart), Rooftop Prince, dan My Love from the Star. 

Salah satu karakter di drakor Goblin yang bikin gemes itu si Grim Reaper yang dalam bahasa Korea disebut 저승 사자 (baca: jeoseung saja). Apa pasal? Sebab gak biasanya karakter ini ditampilkan sebagai sosok yang unyu dan menggemaskan. Lee Dong Wook emang perfect lah!!

Cusss aaah hijab cosplay ala-ala jadi Grim Reaper dulu. Wkwkwk. 
Jakarta, 31 Januari 2017

Chibi Ranran

My Blog Readers

18 Jan

Biasanya tiap akhir tahun selalu ada report dari WordPress soal pengunjung ada berapa, darimana aja, postingan favorit, dll. Tapi entah kenapa, tahun 2016 gak ada notifikasi apa-apa. Hiks.

Yowislah karena sudah menjadi tradisi, sebagai pelipur lara gw posting demografi pengunjung blog aja yah.Kebanyakan pengunjungnya dari Indonesia. Rank kedua berasal dari Amerika. Selanjutnya dari Belanda dan India. Hohoho… Terima kasih para pembaca. Thank you readers for visiting my blog ❤ ❤ ❤

picture1

Trus kata kunci yang paling banyak dipakai orang adalah tentang mesjid At Tin, mesjid yang ada aulanya, nikah di At Tin. Yah pokoknya related sama wedding ceremony. Hahaha. Mungkin gara-gara postingan gw soal At Tin waktu persiapan nikahan kali yaaa… MOga-moga membantu yah buat para capeng.

Postingan pertama blog ini berjudul “Insomnia Addicted” tanggal 5 Oktober 2008. Weleh weleh udah lama juga yaaa… Kira-kira 9 tahun. Targetnya sih dipaksain tiap bulan ada postingan. Tapi kenyataan tak seindah harapan. Hahaha… Kadang mood, kadang ga mood. Kadang gak tau mau nulis apa, kadang pengen nulis tapi males pake hape. Suka duka blogger… Wkwkwk. Dari awal sampe sekarang, nama blognya gak pernah berubah: SUKA SUKA AKU. Ya karena emang postingan suka-suka. Wkwkwk.

Beberapa kali blog ini ditawarin penerbit untuk dijadiin buku. Tapi akhirnya gak jadi-jadi. Hahaha. Gw juga banyak disarankan orang untuk lebih spesifik dalam bikin postingan. Gendrenya apa, biar jelas gendernya. Kayak blog khusus review film, blog spesialis artis Korea, dll. Kalau blog gw gendrenya lebih ke Life Journal, jadi dianggap kurang catchy atau kurang ngikat pembaca dan kurang mampu dongkrak traffic.

Bayangin aja, cuma 60.238 hits dalam 9 tahun! Berarti cuma ada 557 klik per bulan atau 18 klik per hari. Cuma ya balik lagi… blog ini dibuat bukan untuk kompetisi traffic, bukan untuk nyari duid, bukan untuk pamer lalala lilili. Tapi buat fun aja. Seneng-seneng. Bisa jadi memori kejadian seru dan perasaan yang gw alami saat menulis postingannya. Yang penting mah seneng dan gak berasa kepaksa untuk nulis. Meskipun postingannya kadang dianggap ga penting buat orang, tapi penting buat gw. Balik lagi ke namanya: SUKA SUKA AKU. Hahaha…

Oke lah kalo begitu. Makasi banyak sudah subscribe blog ini dan menjadi pembaca. Moga-moga bermanfaat yah… atau minimal menghibur. Wkwkwk

 

Jakarta, 18 Januari 2017

Chibi Ranran