Arsip | nulis-nulis ajah RSS feed for this section

Pengalaman Hamil Trimester 2

30 Des

Orang bilang hamil trimester 2 itu lebih nyaman dari trimester 1. Ada benernya juga… khususnya dari intensitas terbangun tengah malam karena kebelet pipis. Tidur gw jadi lebih pulas dan mual mulai hilang.

Tapi pada pertengahan trimester 2, tangan gw mulai bengkak, sakit, dan kebas. Wah… jangan ditanya sakitnya kayak apa. Sampai kebawa mimpi deeeh…

Pas gw lapor ke obgyin, gw pun segera dirujuk ke neurologist karena sakitnya udah keterlaluan. Gw sering menjatuhkan benda-benda seperti sendok dan handphone, trus kesulitan kalau mau ngetik. Gw gak bisa megang benda tajam seperti kunci karena rasanya kesemutan dicampur pedes plus kayak diiris pisau. Kalau mau nyoba rasanya gimana, coba ikat jarimu satu persatu pakai karet. Ikat yang ketat. Lalu biarkan selama 24 jam. Kira-kira seperti itu pedih yang terasa.

Waktu gw ke neurologist, tangan gw di USG. Ternyata ada cairan di pergelangan tangan. Cairannya pun cukup banyak dengan area yang cukup luas. Sayang gw ga foto tuh hasil USG. Pantes aja rasanya salit banget. Ternyata udah parah. Yang paling gede sih di tangan kanan, kalau tangan kiri area cairannya ga sebanyak itu. Tapi tetep aja… pedesss.

Ada beberapa opsi yang ditawarkan yaitu obat, suntik steroid, atau operasi. Wah horor juga ya! Gw sih prefer obat aja. Trus si neurologist nelepon obgyn gw untuk konsultasi obat yang boleh dikonsumsi. Kesimpulannya, obat terlalu keras dan berbahaya buat janin. Apalagi gw masih 5 bulan waktu itu. Jadilah gw batal dikasih obat.

Untuk meredakan sakit, dokter pun meresepkan vitamin D plus gw harus pakai wrist splint atau wrist brace alias penyangga pergelangan selama 24 jam. Sangat penting agar pergelangan tangan gw ga tertekuk baik sengaja atau tidak.

Beberapa hari pakai wrist splint, duhhh ga betah amat! Jadi tambah susah pas megang mouse komputer. Apalagi rasanya gerah n bikin kulit yang dibalut jadi keringetan. Huft. Jadi yaaa sering gw lepas copot tu penyangga pergelangan. Wkwkwk.

Kata dokter ini nama penyakit ini adalah Carpal Tunnel Syndrome alias CTS. Biasa menyerang bumil-bumil atau orang yang kebanyakan ngetik. Dari lima jari, yang paling salit itu jempol, telunjuk, dan jari tengah. Sementara jari manis hanya sakit setengah. Beruntung, kelingking bebas dari rasa sakit. Jadilah selama sakit, gw mengetik pakai 2 kelingking kiri kanan.

Trus selain CTS, keluhan trimester 2 yang gw alami adalah sesak napas n napas berasa pendek. Kata dokter itu normal karena janin makin besar sehingga rongga dada gw ditempati sama janin. Biar agak legaan, gw pun selalu dipijet sama suami tiap malam plus kalau berasa sesak.

Oyaa… urat kaki juga sering naik kalau malam. Sakitnya bikin jejeritan dan mendadak terbangun dari tidur. Solusinya adalah pijat area kaki mulai dari telapak sampai betis sebelum tidur. Trus lumuri dengan minyak kayu putih. Kaki pun diganjal pakai bantal tinggi. Lumayan laah sejak itu udah ga naik urat lagi.

Selain itu, berat badan gw nambah total 10 kilo. Hiks. Yang gw rasakan sih… gara2 itu gw jadi ngorok saat tidur. Kayaknya lemak-lemak leher jadi overload dan bikin pernapasan gw terganggu. Ini juga yang kadang bikin keselek kalo lagi tidur. Salah satu solusinya, pakai bantal dari punggung sampai kepala. Trus posisi leher dan kepala agak gw dongakin biar aliran napas jadi lancar. Tapi yaaah namanya juga lagi tidur, itu posisi sering berubah jadi gw tetep ngorok deh…. Wkwkwk.

Kira-kira segitu deh pengalaman trimester 2. Sekarang gw memasuki trimester 3. Bawa badan rasanya makin berat! Untuk itu udah perlu ikutan senam hamil rutin. Kata dokter sih udah aman untuk senam kalau kandungan di atas 28 minggu. Siap-siap minggu depan perdana daftar senam hamil. Moga lancar yesss!!

Jakarta, 30 Desember 2018

Chibi Ranran

Iklan

Catatan Akhir Tahun 2018

27 Des

Januari

Pertama kali sejak gw masuk LIPI tahun 2015, akhirnya Januari ini gw dipindah dari ruang kandidat ke ruangan sendiri. Happy banget!! Ini ruangan pertama yang gw tempati tanggal 24 Januari 2018. Ukurannya lebih gede tapi gak ada jendela.

Image may contain: screen and indoor

Kalau rejeki emang gak kemana yah. 2 hari kemudian gw dipindahkan ke ruangan lain yang ada jendela, view, dan udara segar! Azeeek~~ Seperti ini penampakan ruangan baru gw. Tadinya ini ruangan salah satu peneliti senior yang sudah melalang buana ke berbagai negara. Tulisannya pun banyak dimuat di nasional maupun internasional. Karena tahun ini dia dipromosikan naik jabatan, akhirnya ruangannya dioper ke gw. Moga-moga dengan menempati ruangan ini, gw bisa sekece seniorku ituh. Aamin.

Image may contain: people sitting, screen and indoor

 

Februari

Second time in the Philippines! Yay~~ setelah 2 tahun sebelumnya gw berkunjung ke Cebu untuk konfrens, kali ini gw berkesempatan untuk singgah di Manila tepatnya di Ateneo de Manila University. Overall, menurut gw Manila mirip Jakarta. Perbedaan yang kontras hanya bahasa (dan makanan kali yee). Kebanyakan orang Manila berbahasa Inggris dengan baik dan lancar. Pantas aja ni warga negaranya lebih mudah go internasional karena modal utama udah ada, bahasa Inggris.

Image may contain: one or more people, people sitting and indoor

Sydney juga seneng karena bisa jalan-jalan lagi hahaha

Image may contain: sky and outdoor

Seperti biasa, selepas konfrens gw selalu menulis semacam catatan perjalanan selama di sana. Sila ceki-ceki tulisan gw di website PMB LIPI. Ini linknya: http://pmb.lipi.go.id/bicara-soal-halal-travel-di-kota-jeepney/?fbclid=IwAR1VK5oJgh2IgnAhiL8QIe8ZuNRWXG2fP_fXDDyrhH_pTX4I1omcmJ8WjwI

Picture1

 

Maret

Kayaknya Maret tahun ini schedule gw agak padat dari bulan sebelumnya. Cailah… Dimulai dengan menjadi moderator merangkap MC di acara kecenya Pusat Penelitian Oceanografi LIPI (P2O) tanggal 6-7 Maret di Auditorium Perpustakaan Nasional. Siapa lagi kalau bukan Intan Suci Nurhati yang kece banget ituhhh yang ngerekomendasiin gw sebagai moderator. *terharu… thanks Intan <3* Kayaknya ini pertama kali gw nge-momod pake bahasa Inggris hahaha. Soalnya videonya mau distreaming ke luar negeri jugak. Seneng banget bisa ikutan di acara ini karena bisa kenalan sama temen-temen P2O jugak jadi ajang reuni dengan Intan, Reza, Conny, dan Evi. Serius deeeh, P2O diisi sama banyak banget peneliti keren!!

Image may contain: text

Image may contain: 2 people, text

Image may contain: 2 people, people sitting and text

Image may contain: 2 people, people sitting and text

Image may contain: 2 people, people sitting and text

Monmaap yeee banyak banget fotonya hahaha :p

Setelah acara P2O, gw pun berkempatan ikutan ngisi acara Japanscope-nya Japan Foundation Jakarta. Apalagi kalau bukan ngomongin soal Hijab Cosplay. Hihihi. Trus setelah acara, gw kenalan sama Prof. Tokoro dan Yukako dari Tokyo University of Foreign Studies. Siapa sangka, beberapa bulan kemudian gw bisa ketemuan lagi sama mereka di Jepang. Amazing!!

Image may contain: 3 people, people smiling, people sitting, table, screen and indoor

Image may contain: 5 people, people smiling, people sitting and indoor

Image may contain: text

Apalagi yaaaa di bulan Maret?! Maret itu memang suka memberikan kejutan luhaaar biasak! Setelah Maret tahun lalu gw bisa bertandang ke Kanada untuk menghadiri AAS Conference, tahun ini rejeki datang lagi. First time in the US!! Wow bangeeet!! Ini kayak impian jadi nyata!! *cubit2lengan. Gw berkesempatan menghadiri AAS Conference gw yang kedua dan presentasi tentang Hijab Cosplay di panel Islam and Japan Pop Culture. Trus yang paling bikin hati gw bergetar-getar itu waktu mampir ke Lincoln Memorial. OMG! Itu gambar Lincoln gw pajang di kamar udah lama banget. Sambil memanggil-manggil ke semesta biar dikasih kesempatan ke sana. Ternyata mestakung! Semesta Mendukung. Alhamdulillah bisa berkali-kali lewat White House juga. Rame bangeeet!

Image may contain: 5 people, including Himawan Pratama and Yusy Widarahesty Na Apank, people smiling, people standing, tree and outdoor

Image may contain: sky and outdoor

Image may contain: 2 people, people smiling, people standing

Ini tulisan gw tentang konfrens AAS Washington DC yang dimuat di website PSDR LIPI. Mampir yaaa ^^ -> http://psdr.lipi.go.id/news-and-events/opinions/ketika-islam-dan-budaya-populer-jepang-bersemi-di-washington-dc.html

Picture2

 

April

Nah kalau April itu isinya riset lapangan baik Global Village tentang animasi Indonesia selama 3 hari dan DIPA tentang mobilisasi isu di media sosial selama 12 hari. Seperti tahun sebelumnya, riset gw bertempat di Bandung, kota terkreatif di Indonesia. Ini foto habis FGD dengan akademisi dan praktisi di Bandung.

Image may contain: 20 people, including Rheizka Aulia and Inge Nurina Felistyana, people smiling, people sitting and indoor

Trus gw sempet juga ketemu sama 2 hijab cosplayernya Bandung. Yang dari UNPAD bernama Cipa, yang satu lagi dari UIN Bandung namanya Laila. Keduanya member Islamic Otaku Community. Laila sedang skripsi tentang hijab cosplay. Kebetulan gw sering konfrens hijab cosplay jadi bisa bantu mempertajam riset skripsinya. Yang kocak, keduanya hanya tau nama panggilan gw yaitu Chibi. Pas gw bilang nama asli gw Ranny Rastati, pada kaget lah. Karena salah satu referensi skripsi adalah tulisan2 gw soal hijab cosplay. Hahaha… Kita mah sama2 cosplay warrior. Yang satu di akademisi, yang lainnya para praktisi. Kapan2 ketemu lagi ya!!

Image may contain: Fanny Fajarianti, Syifa' Khoirun Nisa' and Istiqomah Laila Muthmainnah, people smiling, people sitting

 

Mei

Ini layout terbaru ruangan gw dan bertahan sampai detik ini. Hahaha.

Image may contain: people sitting and indoor

Trus apalagi yaaa… oya ini bulan bersejarah karena di bulan pernikahan ke dua ini, untuk pertama kalinya kami punya sofa!! Maklum dulu tinggalnya di apart yang gak muat sofa. Tapi setelah Natal 2017, kami pun bisa pindahan ke rumah yang agak lega dari apart. Nabung sekian lama, kebeli juga ini sofa Klippan IKEA. Hihihi

Image may contain: Arie Norman, smiling, indoor

Oya, trus pertama kali gw liat Ali Fauzi, ex-terrorist of the 2002 bali bombings, di seminar yang diadain LIPI. Perjalanan hidup orang siapa yang tau ya… Siapa sangka spesialis pembuat bom ini sekarang bisa menjadi sosok yang memotivasi orang lain. Seorang bintang itu, mau di dunia gelap atau terang, tetap akan bersinar. Trims LIPI, atas seminar yang luar biasa ini. Wartawannya banyak beneeer~~~

Image may contain: 1 person

 

Juni

Juni itu kereeeeeeen!! Gw bisa wawancara Frea Mai, juara World Cosplay Summit 2016, perwakilan Indonesia!! Wohooo~~ Frea cantik banget trus lembut trus baik!! Hasil wawancara ini mau gw masukkan ke project buku di bawah komando Philip dan Takayoshi. Jadi pas ke Manila bulan Februari lalu, gw kenalan sama Philip. Dia salah satu profesor di Hokkaido Uni yang sekarang udah pindah ke TUFS. Diajakin deh gw ikutan projectnya dan kita ada workshop di TUFS bulan Juni. Kereeen kereeen!! Aduhh makasi yaaa Philip udah ngajakin sayah.

Image may contain: 2 people, including Fanny Fajarianti, people smiling, people standing

 

Image may contain: 1 person, sitting, screen, table, office and indoor

Image may contain: 2 people, including Fanny Fajarianti, people sitting and screen

Image may contain: 6 people, including Takayoshi Yamamura, tree and outdoor

Workshop di Jepang juga membuat gw bisa reunian dengan teman-teman lama dan baru. Aduuuh happy banget

Image may contain: 3 people, including Fanny Fajarianti and Destin Ristanti, people smiling, tree and outdoor

Image may contain: 5 people, including Masatake Ito, people smiling, people sitting and indoor

Image may contain: Hiromi Takagi and Fanny Fajarianti, people smiling, people standing and outdoor

Image may contain: 2 people, people smiling, people standing

Image may contain: Fanny Fajarianti and Yukako  Yoshida, people smiling

Ada anak piyik kesenengan ketemu Doraemon ūüėÄ

Image may contain: Fanny Fajarianti, smiling, standing and outdoor

 

Juli

Pada bulan ultah gw ini, Allahngasi rejeki yang gak disangka-sangka… Akhirnya dedek Archi ada di perut mami ‚̧ Makasih banyak ya Allah

Image may contain: one or more people

Image may contain: fire and night

 

Agustus

Kedatangan tamu dari jauuuuuuh!! Perkenalken anak mamih di dongari (yang paling kanan) namanyah Momon. Wkwkwk. Dia lagi program doktoral di LSE, Inggris. Kalo dipikir-pikir lucu juga yaaa… Momon udah 2x datang ke kantor gw. Yang pertama waktu di Jetro, waktu itu gw lagi survei makanan Jepang yang mau masuk ke Indonesia. Momon salah satu pencicipnya. Waktu itu dia lagi liburan dari kuliah di Italia. Kece!! Oya sebelahnya Momon itu namanya Siti, alumni S2 dari Itali jugak. Sekarang ngedosen di Filsafat UI. Aura-aura orang cerdas semuahhh~~

Image may contain: 4 people, including Fanny Fajarianti, people smiling, people standing

Kalo ini tamu dari Turki. Hahaha… akhirnya ketemu lagi dengan Adli yang dulu jadi moderator di acara MGPS #5 di UMY tahun 2016. Amazing sekarang dia lagi S2 di Turki. Kece yaaa~~

Image may contain: Adli Hazmi and Fanny Fajarianti, people smiling

 

September

Ada apa di bulan September? Yang paling gw inget itu pelatihan Multimodal dari mas Eriyanto dosen Ilmu Komunikasi UI. Sungguh sebuah pencerahan mengenai cara menganalisis menggunakan media sosial.

Image may contain: 6 people, including Frizki Yulianti Nurnisya, people sitting and indoor

Oktober

Pertama kali ngisi acara di LIPI. Biasanya jadi MC ajah wkwkwk. Acaranya seru. Waktu itu gw ngomongin tentang Kaitan Nasionalisme dengan Para Pecinta K-Pop dan J-Pop. Maklum… merangkap pelaku hihihi. Seneng bisa sepanggung dengan Archi yang lagi berumur 5 bulan dalam kandungan. Love!

Image may contain: 2 people, people sitting and indoor

Image may contain: 8 people, including Fatimah Tandipanga, people smiling, people standing and indoor

Image may contain: 4 people, people smiling

 

November

November itu bulan ultahnya suami gw tersayang. Archi juga ikut ngerayain lhooo… ‚̧

Image may contain: Arie Norman, smiling, sitting, food and indoor

Kelihatan banget setelah hamil jadi males dendong. Hihihi. Hijab juga cuma pake satu peniti dan dihampar begitu sajah.

Image may contain: 2 people, including Arie Norman, people smiling, people sitting

 

Desember

Akhirnyaaa!! Setelah ditunggu-tunggu sekian lama, suami gw kolokium jugak!! Perjuangan masih panjang, tapi semoga tesisnya bisa segera selesai sebelum Archi lahir. Wkwkwk

Image may contain: one or more people, people sitting and indoor

No automatic alt text available.

 

Demikianlah catatan akhir tahun 2018. Baru inget kalo gw gak bikin catatan akhir tahun 2017 (>.<). Gw bikin ini untuk grateful selama setahun gw ngapain aja. Jangan sampe merasa setahun berlalu sia-sia. Gicuuu~~ Sampai jumpa di 2019. Semoga semua menyenangkan. Aamin! Cheers~~

 

Jakarta, 27 Desember 2018

Chibi Ranran

Pengalaman Hamil Trimester Pertama

13 Sep

Well well well… Setelah berjibaku dengan aktivitas harian yang membuat semaput, akhirnya kehamilan gw memasuki trimester kedua! Yay!

Seriously, sejak gw hamil gw jadi big respect sama para ibu hamil (bumil) di luar sanah. Anda luar biasaaaaaaaaa!! Prok prok prok

Emangnya apasih yang dirasakan oleh para bumil yang sedang hamil muda khususnya trimester pertama?

Pertama, penuh rasa syukur! Apalagi kalau nungguinnya lama dan gak langsung dikasih sesegera setelah menikah. Gw menunggu 2 tahun sebelum akhirnya dikasih anugerah sama Allah. Tapi, dari dulu gw selalu percaya kalau rencana Allah itu yang paling baik dan indah. 2 tahun bagi gw adalah waktu menunggu yang pas. Sebab selama durasi itu gw dan suami bisa saling memahami dan mengerti pola pikir serta habit masing-masing. Dengan begitu, kehamilan ini bukan cuma “milik” gw, tapi milik bersama. Kami menjalaninya sebagai tim yang saling melengkapi, saling bantu, dan saling menyemangati. No unnecessary drama karena kami menjadi support system yang kuat.

Trus apalagi yang dirasain selain bahagia? Dengan tidak mengurangi rasa syukur, tentu ada hal-hal yang berubah baik secara fisik maupun psikis. Tentu setiap bumil akan merasakan hal yang beda. Dan perlu digaris bawahi kalau reaksi tubuh orang berbeda-beda. Ada yang kata orang hamil kebo alias hamil minim keluhan. Dia tetap bisa beraktivitas seperti biasa tanpa ada kendala. Di sisi lain, ada juga yang perlu struggle to the max. Bahkan ada yang sampai dirawat di rumah sakit sepanjang kehamilan karena bergerak sedikit saja sudah banjir flek. Intinya, selalu posisikan diri menjadi orang yang berempati sama bumil. Gak usah banding-bandingin sama kehamilan sendiri atau cerita kehamilan orang lain.

Kalau gw pribadi, merasa super lemas, lelah, letih, dan lesu. Ditambah lagi ngantuk yang teramat sangat. Saat pertama kali periksa ke Obgyn, gw dikasih Folavit dan obat penguat kandungan (lupa namanya apa) yang harus diminum selama 15 hari. Selama minum obat itu, gw merasa pusing, ngantuk, mual, dan susah berpikir. Dilematis karena kerjaan gw sebagai peneliti dan harus bikin tulisan sana sini.

Kalau ngantuknya gw tahan-tahan, rasanya bagaikan zombi yang belum tidur beberapa abad. Trus jalan gentayangan di koridor kantor tanpa ngerti mau apa. Sumpeeeh lebay¬† yesss…. Hahaha. Tapi beneran sih, gw jadi kurang konsentrasi dan mau muntah kalau nahan kantuk.

Lalu, sebuah drama besar pun terjadi pada hari ke 10 minum obat itu. Badan gw hangat dan makin lama panasnya makin naik. Udah minum air berliter-liter, tapi panasnya masih gak turun juga. Mau minum Paracetamol, tapi gak berani. Akhirnya gw kontrol lagi ke Obgyn. Kali ini Obgyn berbeda dengan Obgyn pertama karena gw kurang sreg. Kata Obgyn kedua, minum Paracetamol gak apa-apa. Tapi jangan kebanyakan. Oke lah, gw pun minum salah satu merk Paracetamol yang biasa gw konsumsi sejak dulu. Lalu apa yang terjadi sodara-sodara, muncullah bentol-bentol gak jelas di paha, betis, dan lengan.

Gw pikir bentol itu karena digigit serangga atau tungau kasur. Tapi lama kelamaan bentol makin besar, lebar, merah, dan gatal. Wah jangan-jangan alergi. Kemudian gw pergi ke dokter umum untuk ngecek itu apaan. Sama dokter dikasih obat alergi yang paling aman untuk bumil. Bukannya sembuh, keesokan harinya si bentol menyebar ke seluruh tubuh. Alamak ternyata biduran!

Balik lagi ke Obgyn yang kemudian dirujuk ke Spesialis Kulit. Saat dicek sama spesialis, dia nanya apa aja yang gw makan 1-2 hari sebelum bentol muncul. Gw bilang makan salmon, bakwan malang, dan Paracetamol. Karena sebelum hamil gw gak pernah alergi setelah makan salmon dan bakwan malang, jadilah gw harus cek darah di lab. Tapi hasil menunjukkan gw baik-baik aja. Ga ada gejala DBD, tifus, dan infeksi saluran kencing. Obat alergi pun dinaikkan dosisnya dari obat pertama yang dari dokter umum. Pesan dokter kalau 3 hari gak sembuh harus kontrol lagi.

Saat minum dari dokter, bentol lama memang mengering. Tapi muncul lagi bentol baru. Kalau gw perhatikan, 1 bentol kering, ga lama muncul 3-4 bentol baru yang lebih besar dan merah. Huft~!Bentolnya pun menjalar ke wajah dan jari-jari baik tangan maupun kaki. Mau jalan susah karena rasanya sakit kalau menapak. Gw pun segera pergi ke Spesialis Kulit lainnya. Kali ini ke rumah sakit pemerintah yang terkenal tokcer.

Pas diperiksa, Spesialisnya kaget karena bentolnya banyak dan terlihat bengkak. Setelah menunjukkan hasil lab dan obat-obat sebelumnya, Spesialis tampak berpikir keras. Sambil menulis resep dia bergumam “Hmm… obat ini buat ibu hamil… Hmmm jangan deh yang ini aja”. Lalu 3 obat pun diresepkan ke gw dengan pesan ini agak kuat jadi minum 2 hari aja. Mudah-mudahan cepat kering bidurannya. Gw mengangguk sambil mengucapkan terima kasih.

Alhamdulillah, baru minum 2 kali bentolnya langsung kering. Hari kedua seluruh bentol sudah hilang tanpa bekas. Senang sudah sembuh sekaligus was was, ini obat ada pengaruh ke janin atau ngga. Gw pun kontrol lagi ke Obgyn ketiga untuk make sure bayinya aman. Kali ini gw milih Obgyn yang reviewnya bagus di internet. Setelah diperiksan, Alhamdulillah janinnya aman. Fyuh lega banget!

Lalu apa yang bikin gw alergi? Karena penasaran, gw pun coba makan ikan-ikanan dan bakwan malang lagi setelah sembuh. Ternyata gak ada reaksi apa-apa. Kecurigaan gw pun mengarah ke Paracetamol yang diminum bersamaan dengan obat penguat janin. Saat diskusi dengan Spesialis Kulit dan Obgyn ketiga, kata mereka sangat jarang ditemukan alergi Paracetamol atau Paracetamol yang diminum bersamaan dengan obat penguat janin. Tapi karena bentolnya parah, di rekam medis gw hal itu kemudian dijadikan catatan. Mungkin karena perubahan hormon atau ada komposisi dari dua obat itu yang gak cocok di tubuh gw  akhirnya menimbulkan alergi. Akhirnya gw pun stop minum obat penguat janin dan Paracetamol. Yang menarik setelah ga mengkonsumsi obat penguat janin, tingkat pusing, mual, dan ngantuk gw berkurang setengahnya. Gejala-gejala itu masih ada tapi dalam tingkat yang bisa gw tahan tanpa bikin berasa kayak zombi wkwkwk.

Kontrol ke Obgyn ketiga rasanya asik dan menyenangkan. Gak heran reviewnya bagus. Apalagi gw emang sengaja nyari Obgyn perempuan demi kenyamanan. Trus sama Obgyn ketiga, Folavit diganti sama Folamil Genio. Katanya kandungan vitaminnya lebih lengkap, gak hanya asam folat. Trus gw juga dikasih tablet kalsium karena selalu muntah setiap minum produk susu entah itu susu, es krim, yogurt, dll. Yah padahal sebelum hamil selalu minum susu tiap hari. Pas hamil malah gak bisa minum susu. Hiks.

Trus apalagi yang gw rasakan selama trimester pertama? Yang pasti, mood berubah cepat akibat pengaruh hormon. Kayaknya jadi mudah sensi. Biar ga baper banget, biasanya gw cerita yang gw alami ke suami, keluarga, dan teman.¬†Gw butuh alat ukur yang lebih rasional tentang kebaperan ini. Soalnya ada beberapa orang yang rada nyinyir sama kehamilan gw. Hiks…. Ada yang bilang jangan sampe kehamilan ini ganggu kinerja kerja tim, trus gw dibilang jangan manja, en bla bla. Sakit hati? Iyesss…. Karena gw mikir, ini kan anugerah ya bukannya bahaya atau ancaman. Syukurlah dalam konteks ini semua orang bilang kalau wajar gw baper. Mereka aja ikutan baper. Tapi setelah ditelaah, orang-orang yang gak mengucapkan selamat dan gak turut bahagia itu semuanya adalah orang yang belum merasakan memiliki keturunan dan pasangan. Jadi kata keluarga dan teman gw, wajar aja kalau mereka ga paham strugglenya jadi bumil itu kayak apa. Ya sudahlah… mending fokus dan dekat sama orang-orang baik aja.

Oya, dulu sebelum hamil gw adalah Gojekers. Kemana-mana naik Gojek biar cepat. Tapi setelah hamil, gw pun alih transportasi. Paginya diantar suami, pulangnya naik Gocar atau taksi. Ongkos naik 2-3 kali lipat, tapi lebih aman buat janin. Gw sih pernah nanya ke Obgyn apakah naik/dibonceng motor saat hamil itu aman atau ngga. Jawabannya aman-aman aja kalau emang udah biasa naik motor. Tapi resiko jatuh dari motor itu yang membahayakan bumil dan janin. Well, namanya juga hamil anak pertama jadi kudu eman-eman… Trus gw juga sangat membatasi naik turun tangga. Sehari cuma boleh sekali untuk naik ke kamar di lantai 2. Parno aja, takut jatuh dan kecapean. Maklum masih hamil muda. Apalagi perut gw suka kram kalau kecapean, kelamaan duduk, dan kelamaan berdiri. Kramnya baru hilang setelah rebahan. Alhamdulillah walaupun kram tapi gak ada flek. Yang penting kita tahu batas kemampuan diri.

Sementara jangan ngoyo dulu deh. Gw yang tadinya super aktif ikut kegiatan ini itu dan ikut konferensi sana sini langsung ngerem habis-habisan. Amanah ini penting dan besar karena kita sedang menjaga kelangsungan hidup seorang manusia. Take your time and relax. Enjoy the journey ^^

 

Jakarta, 13 September 2018

Chibi Ranran

[Pengalaman Konferensi di Luar Negeri] Berkenalan dengan Cosplay sebagai Contents Tourism di Kampus Tama

28 Agu

Oleh Ranny Rastati (Peneliti PMB LIPI)

Saat menghadiri 16th Annual International Conference on Japanese Studies di Filipina pada Februari lalu, saya bertemu dengan Profesor Philip Seaton dari Hokkaido University (kini Tokyo University of Foreign Studies). Rupanya, ia telah mendengar tentang riset hijab cosplay yang saya lakukan dari kolega Filipina bernama Karl Ian Cheng Hua. Profesor Philip pun mengundang saya untuk menghadiri simposium terbatas bernama Transnational Contents Tourism in Europe and Asia bertempat di Tokyo University of Foreign Studies, kampus Tama-Tokyo. Lebih lanjut, ia berkata bahwa hasil simposium akan diterbitkan dalam buku yang masing-masing bab-nya ditulis oleh peserta acara tersebut. Tanpa pikir panjang, saya pun bersedia menghadiri simposium yang berlangsung pada bulan Juni.

Tanpa saya sadari, simposium ternyata berlangsung pada saat bulan Ramadhan. Jika di Indonesia durasi puasa hanya sekitar 13.5 jam, lama puasa di Jepang ternyata lebih panjang tiga jam. Untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat selama berpuasa, saya memutuskan untuk menginap di hotel yang tak jauh dari lokasi simposium. Jarak dari hotel ke kampus yang hanya 400 meter sangat memudahkan perjalanan ketika saya harus kembali ke hotel untuk melaksanakan ibadah sholat. Beruntung, meskipun Jepang sudah memasuki musim panas, selama saya berada di Tokyo cuaca hanya berkisar antara 17-22 derajat dan beberapa kali disertai hujan.

tufs
Dokumentasi oleh Jang Kyungjae dan Takayoshi Yamamura

Simposium yang berlangsung selama empat hari ini dihadiri oleh 19 akademisi yang berasal dari Eropa dan Asia. Meskipun berasal dari latar belakang keilmuan yang berbeda, benang merah penelitian kami bermuara pada contents tourism. Saya pun jadi lebih memahami hakikat contents tourism yang merupakan pariwisata yang terinspirasi dari konten sebuah produk budaya populer seperti novel, film, anime, dan game (Seaton dan Yamamura, 2015).

Salah satu contoh kasus di Indonesia yang paling menarik adalah kepopuleran novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Berkat novel yang diangkat menjadi film ini,  Kecamatan Gantong di Belitung Timur yang tadinya bukan daerah tujuan wisata kemudian menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Dengan berkunjung ke Gantong, para fans Laskar Pelangi dapat melihat dari dekat kehidupan Ikal dan kawan-kawannya. Replika SD Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata dan Pantai Tanjung Tinggi dapat menjadi pengobat rindu bagi penonton film ketiga terlaris di Indonesia yang ditonton sebanyak 4.719.453 kali (Yulistara, CNBC Indonesia, 9 April 2018).

34750813_10155786425698020_8347675351056384000_n

Dalam simposium ini, saya mempresentasikan penelitian berjudul¬†Indonesian Cosplay Tourism. Berangkat dari interaksi dengan teman-teman¬†cosplayer¬†yang ketika ditanya ,‚ÄúApa impianmu?‚ÄĚ, mayoritas menjawab, ‚Äú(Saya) ingin ke Jepang.‚ÄĚ Namun, jumlah¬†cosplayer¬†Indonesia yang ber-cosplay¬†di Jepang tidak terlalu signifikan karena kendala jarak, bahasa, dan finansial.

Meskipun demikian, festival Jepang yang diselenggarakan di Indonesia seperti Gelar Jepang UI (sejak 1994), Ennichisai (sejak 2010), dan festival lainnya, mampu memberikan nuansa seperti di Jepang. Kazeyukii, hijab cosplayer asal Bandung, berpendapat event Ennichisai yang digelar 30 Juni-1 Juni 2018 lalu, memiliki konsep acara yang bagus karena dihadiri oleh penampil yang berbakat. Namun, pengunjung yang ramai membuatnya jadi tidak dapat menikmati dekorasi ala Jepang. Meskipun demikian, venue event yang luas membuat pengunjung puas karena stand yang dihadirkan juga banyak. Dengan dekorasi ala Jepang seperti bunga Sakura, pertunjukan Yosakoi, kuliner Jepang, dan kesempatan ber-cosplay atau sekedar memakai Yukata, para penggemar budaya populer Jepang dapat merasakan atmosfir Jepang tanpa perlu jauh-jauh ke negara itu.

Festival Sakura Matsuri (Sumber: http://mediaindonesia.com/read/detail/100030-lippo-group-gelar-festival-sakura-matsuri-2017)
Festival Sakura Matsuri (Sumber: http://mediaindonesia.com/read/detail/100030-lippo-group-gelar-festival-sakura-matsuri-2017)

Yang menjadi kejutan adalah beberapa peserta simposium juga merupakan cosplayer yang aktif di berbagai event di Jepang. Dari presentasi yang saya sampaikan, salah satu peserta simposium bernama Takayoshi Yamamura berpendapat bahwa cosplay sejatinya memiliki ciri yang terlokalisasi di setiap negara. Jika cosplay di Jepang lebih fokus kepada karakter dari produk budaya pop seperti anime dan manga, maka di Eropa, cosplay memiliki definisi yang lebih luas. Hal ini terlihat dari pendapat beberapa peserta simposium yang menganggap bahwa parade Jane Austin di Inggris dapat diklasifikasikan sebagai cosplay.

Di Indonesia sendiri fenomena perluasan definisi cosplay pun semakin kental dalam beberapa tahun belakangan ketika cosplay tidak melulu soal budaya pop Jepang. Karakter-karakter dari Amerika dan Cina seperti Iron Man, Elsa, dan Kera Sakti mulai banyak ditampilkan oleh penggemar cosplay. Belakangan ini, cosplayer Indonesia bahkan mulai mengcosplaykan sesuatu yang bukan karakter budaya pop seperti Satpam dan Pak Lurah yang dicosplaykan menggunakan peci, baju batik, dan membawa map. Bahkan, ada pula yang mengcosplaykan tokoh manusia seperti Sandiaga Uno dan Indro Warkop DKI. Sesuatu yang tidak lazim ditemukan dalam cosplay di Jepang. Karakter yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari itu  kemudian dimasukkan dalam kategori cosplay original.

Padahal beberapa tahun sebelumnya, cosplay original lebih mencirikan fashion ala anak muda Harajuku di Jepang. Meskipun awalnya saya merasa bahwa ini akan menjadi sebuah kebingungan dan dapat diperdebatkan, namun perkembangan yang terjadi dalam dunia cosplay tampaknya semakin melegitimasi bahwa cosplay adalah sebuah proyek kesenangan yang bersifat cair. Siapapun dapat turut merayakannya tanpa perlu dibatasi oleh aturan yang terlalu ketat dan dapat merusak kesenangan itu sendiri. (Editor Ibnu Nadzir)

Daftar Pustaka

Seaton, Philip dan Takayoshi Yamamura. 2015. Japanese Popular Culture and Contents Tourism ‚Äď Introduction, Japan Forum, 27:1, 1-11, DOI: 10.1080/09555803.2014.962564

Yulistara, Arina,. ‚Äú10 Film Indonesia Terlaris, Dilan Teratas di 2018‚ÄĚ, CNBC Indonesia, 9 April 2018,¬†https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20180409194021-33-10330/10-film-indonesia-terlaris-dilan-teratas-di-2018(diakses 5 Juli 2018)

*) Dipublikasikan pertama kali di http://pmb.lipi.go.id/berkenalan-dengan-cosplay-sebagai-contents-tourism-di-kampus-tama/

[Pengalaman Konferensi di Luar Negeri] Ketika Islam dan Budaya Populer Jepang Bersemi di Washington DC

29 Jun

Oleh Ranny Rastati (Peneliti PMB LIPI)

Tahun 2018 adalah kali kedua saya mengikuti konferensi Association for Asian Studies (AAS). Jika tahun sebelumnya saya hanya menjadi peserta aktif di AAS Toronto-Kanada, maka tahun ini saya berkesempatan menjadi pembicara yang tergabung dalam panel Islam and Japan Pop Culture. Sebuah tema besar yang menurut pengamatan saya sedang menjadi isu hangat nan seksi di mata para sarjana internasional.

Dari awal saya merasa tertarik untuk membahas pertemuan antara agama dan budaya populer yang saat ini sedang muncul sebagai fenomena yang marak terjadi. Berbekal studi tentang hijab cosplay, saya pun mengajak tiga orang rekan untuk membentuk tim dan mengirim proposal ke panitia konferensi. Berbekal jejaring yang saya dapatkan dari konferensi dan kegiatan sebelumnya, terkumpullah ilmuan-ilmuan muda yang memiliki minat sama dengan saya. Mereka adalah Himawan Pramata dari Universitas Indonesia dengan tema novel Islami bertema Jepang, Suraya Md Nasir dari School of Manga Kyoto yang membahas Manga Islami di Malaysia, dan Roberto Masami dari Universitas Bina Nusantara yang meneliti halal food dan konsep omotenashi Jepang.

Karena memiliki inisiatif membentuk panel, maka saya pun harus mengampu tanggung jawab sebagai chair merangkap organizer. Selain mengumpulkan abstrak dari seluruh anggota, saya pun harus membuat elaborasi riset tim yang menunjukkan benang merah masing-masing tema individu. Dengan mengucap basmallah, proposal yang disiapkan pun saya kirimkan ke email panitia.

29512431_10155622407718020_7654664427511376316_n

Secara garis besar, panel Islam and Japan Popular Culture menitikberatkan pada pertemuan antara nilai-nilai Islam dengan budaya populer yang semakin digemari khususnya di Indonesia dan Malaysia. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, generasi muda di Indonesia dan Malaysia menghabiskan masa kecilnya dengan mengkonsumsi manga (komik Jepang) dan anime (animasi Jepang) seperti Doraemon, Naruto, dan One Piece tanpa mengabaikan ajaran agama yang dianut. Anak muda Muslim malah melihat budaya populer Jepang sebagai fenomena menarik yang dapat dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam.

Hijab cosplay misalnya, menjadi sebuah solusi bagi pemakai hijab yang ingin ber-cosplay tanpa melepas hijab yang ia kenakan. Hijab cosplaykemudian menjadi penanda religiusitas dari para penggemar budaya Jepang. Dalam perkembangannya, hijab cosplay pun memiliki karakteristiknya sendiri yaitu hijab cosplay stylish (bergaya) dan hijab cosplay syar’i. Jika hijab cosplay stylish lebih mengedepankan gaya dan kostum seperti membentuk hijab seperti model rambut karakter yang di-cosplay-kan, hijab cosplay syar’i lebih memandang hijab sebagai salah satu bentuk dakwah kreatif yang mengikuti perkembangan zaman. Kostum yang dikenakan pun lebih longgar, menutup dada, dan model hijab yang cenderung konvensional.

Senada dengan hijab cosplay, presentasi tentang manga Islami yang disampaikan oleh Suraya pun menjelaskan bahwa munculnya manga Islami di Malaysia dilakukan untuk mengedepankan isu identitas lokal dan representasi Islam yang dianggap sebagai bagian dari identitas Malaysia. Manga Islami Malaysia pun berpotensi menjadi produk budaya global yang dapat diekspor ke negara-negara Islam.

Selain itu, tema lain yang diangkat dalam panel adalah novel Islami bernuansa Jepang yang disampaikan oleh Himawan. Jepang dianggap sebagai objek kekaguman di kalangan anak muda Indonesia. Novel religius bertema Jepang pun dibuat sebagai salah satu misi dakwah yang sesuai dengan selera pasar. Tema terakhir adalah halal food yang dibawakan oleh Roberto. Konsep halal food sejatinya mirip dengan konsep omotenashi yang ide dasarnya adalah mengantisipasi kebutuhan pelanggan. Perkembangan halal food di Jepang merupakan pengejawantahan dari konsep omotenashi yang berupaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Satu hal yang saya syukuri adalah apresiasi dari para peserta mengenai panel Islam dan Japan Pop Culture. Review yang baik kami terima mulai dari dianggap oleh salah satu peserta sebagai panel terbaik yang ia ikuti selama konferensi 4 hari hingga disebut sebagai para pionir dari isu yang tengah menyeruak di kalangan akademisi sosial dunia.

29541616_10155622587983020_4601267903637094821_n

Selepas presentasi, kami banyak dihampiri oleh audiens yang berminat lebih jauh tentang pertemuan antara agama dan budaya populer. Seiring dengan mekarnya bunga-bunga musim semi, saya merasakan sebuah harapan akan terjalinnya kedalaman pemahaman tentang sebuah negosiasi yang terjadi antara identitas keislaman dan identitas kehobian yang bertemu di persimpangan. Saatnya bangsa Indonesia menerjemahkan dirinya sendiri dan dari sudut pandangnya sendiri (Ranny Rastati, M.Si/Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI)

*) Dipublikasikan pertama kali di http://psdr.lipi.go.id/news-and-events/opinions/ketika-islam-dan-budaya-populer-jepang-bersemi-di-washington-dc pada 28 Juni 2018

Pengalaman Mencari Rumah (Part 2)

25 Jun

Wew sungguh terlalu… Part 1 pengalaman mencari rumah published bulan Juli 2017. Dan hampir setahun setelahnya gw baru bikin part 2-nya. Weleh-weleh *sungkem*. Padahal gw udah dapat rumah dari Agustus 2017. Setelah renov sana sini aka pasang teralis, kanopi, ninggiin tembok belakang, dll gw pun udah pindahan tanggal 25 Desember 2017. Berarti udah 6 bulan sejak gw menempati rumah ini. Alhamdulillah.

Sebelum mendapatkan rumah ini, rasa-rasanya gw udah liat hampir 20 rumah <- ini antara lebay dan halu soalnya lupa hahaha. Tapi yang pasti, tiap Sabtu Minggu gw pasti gerilya cari rumah dari satu cluster ke cluster lain. Rasanya lelah, mual, dan pesimis bakal dapat atau ngga. Sampai pada titik pasrah dan berencana beli unit apartemen sebelah biar space-nya jadi lebih gede dan lega. Tapi, semangat punya bangunan yang berdiri di atas tanah mengalahkan semua kegalauan.

Pas gw lagi nyari rumah bareng bokap yang berjarak 15 menit dari rumah, ga sengaja nemu cluster persis pinggir jalan raya berangkot. Bangunannya pun kelihatan greget dengan model yang modern minimalis.

Lumayan juga nih, sesuai wishlist gw yang rempong itu, yaitu

1. Pinggir jalan berangkot (checked!)

2. Ada minimarket (checked!)

3. Banyak tempat jual makanan (checked!)

4. Dekat dari rumah ortu (checked!)

5. Jarak tempuh dari kantor ga lebih dari 15 kilo. Malah ini jaraknya hanya 10 kilo! (super checked!)

6. 3 kamar tidur, 2 kamar mandi (checked)

7. Ada taman belakang (checked)

8. Harga on budget. Yaah ngimpi dah jaman sekarang nyari rumah di Jakarta yang murah meriah. Hiksssssss (tetot)

9. Luas tanah 105 meter. Rumah itu cuma LT 69 meter, LB 90 meter. (tetot)

10. Parkir 2 mobil. Cuma bisa 1 mobil (tetot)

(Skor 7/10)

Meskipun begitu, so far oke juga nih rumah. Gw pun 99.99% udah niat ambil. Tapi pas ga sengaja memandang ke atas langit, terlihatlah itu tegangan tinggi alias sutet yang bertengger beberapa ratus meter dari cluster. Wadaw!! Galau tingkat dewa. Sempat dengar berita tentang warga yang hidup di bawah sutet dan kabarnya berpengaruh sama kondisi kesehatan.

Langsung deh gw wa teman-teman dokter untuk minta saran dan masukan yang berujung pada “Chib, cari rumah sejauh mungkin dari sutet. Sampe itu sutet ga kelihatan lagi!”. Setelah mendengar itu, gw pun kembali ke titik nadir. Huhuhu.

Trus pas ngobrol sama developer, mereka ngasih masukan untuk lihat cluster lain yang mereka punya yaitu di Cipayung. Meluncurlah gw ke Cipayung dan sungguh indah komplek rumah itu. Ada sekitar 30 rumah dengan jalan komplek yang luaaaaas. Pas pake checklist wishlists, gw pun berpikir ulang.

1.Pinggir jalan berangkot (tetot). Perlu jalan beberapa ratus meter untuk sampai ke jalan berangkot.

2. Ada minimarket (tetot)

3. Banyak tempat jual makanan (tetot. Cuma ada 1 tukang sate)

4. Dekat dari rumah ortu (checked!)

5. Jarak tempuh dari kantor ga lebih dari 15 kilo. (checked. Mayan lah pas 15 kilo)

6. 3 kamar tidur, 2 kamar mandi (checked)

7. Ada taman belakang (checked)

8. Harga on budget (tetot)

9. Luas tanah 105 meter. (checked) Rumah itu cuma LT 115 meter, LB 105 meter.

10. Parkir 2 mobil (checked)

(Skor 6/10)

Nah, dari wishlists itu gw baru ngeh kalo 3 prioritas utama gw adalah nomor 1, 2, 3. Yah maklum anaknya males jalan dan ga tahan laper. Wkwkwk. Karena alasan itu pun gw geleng-gelang pas ditanya oleh developer mau lanjut atau ngga.

Developer tampaknya tak patah semangat. Dia bilang ada satu lagi lokasi cihuy yang suprisingly sangat dekat dengan rumah orangtua gw. Well, karena udah sore gw pun mager dan memilih pulang. Tak disangka, besoknya gw menerima video WA dari bokap. Ternyata isinya adalah rumah di cluster yang dekat rumah orangtua. Bokap yang kepo akhirnya datang sendirian ke cluster dan amazed dengan lokasinya. Gak lama, bokap pun nelpon gw yang lagi asyik di kantor.

Bokap: “Gimana, mau gak? Kalau mau langsung di-booking nih. Pas banget ada yang pojok”

Gw: “Aaak!! Mau!!”

Bokap: “Atau kamu mau lihat dulu ke sini?”

Gw: “Gak usah, ambil aja. Takut keburu diambil orang”

Bokap: “Hahaha. Okeh. Nanti pulang kantor ke sini deh. Lihat sekalian”

Sorenya gw meluncur ke lokasi dan langsung termehek-mehek. Suami gw pun nyusul ke lokasi sepulang kerja. Kami berdua senyum gembira karena sesuai wishlists.

1.Pinggir jalan berangkot (checked!)

2. Ada minimarket (checked!)

3. Banyak tempat jual makanan (checked! Ada warteg, burjo, sotomie, sate, ayam geprek, bakso, dll)

4. Dekat dari rumah ortu (checked!. Cuma 10 menit)

5. Jarak tempuh dari kantor ga lebih dari 15 kilo. (checked. Cuma 12 kilo)

6. 3 kamar tidur, 2 kamar mandi (checked)

7. Ada taman belakang (checked)

8. Harga on budget (tetot)

9. Luas tanah 105 meter. (tetot) Rumah LT 96 meter, LB 80 meter. Tapi gw pikir mah ukuran bukan a big deal. Capek juga bersihinnya wkwkwk

10. Parkir 2 mobil (checked)

(Skor 8/10)

Long story short, setelah proses ini itu, akhirnya akad dilakukan tanggal 12 Desember 2018 jam 15.30 di depan notaris dan dihadiri oleh developer dan pihak KPR bank Muamalat.

Jadi, buat kamu yang sedang hunting rumah, jangan patah semangat! Rumah itu emang jodoh2an. Yang cocok buat seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Yang penting siapkan TEKAD dan NEKAD! Perlu juga wishlist biar proses pencarian rumah jadi spesifik sesuai daftar. Jangan lupa banyak-banyak berdoa dan minta restu orangtua. Rejeki Allah dari pintu mana aja. Jangan takut untuk bermimpi karena kita punya Tuhan yang Maha Kaya. Satu lagi, kencengin nabung kurangin shopping yang unfaedah. Hehehe.

Jakarta, 25 Juni 2018

Chibi Ranran

2nd Wedding Anniversary, Dua Tahun yang Penuh Keasyikan

30 Mei

29 Mei 2018! Wow ga terasa udah 2 tahun sejak gw ijab kabul di Mesjid At Tin. Lalu, gimana rasanya nikah 2 tahun? Well, banyak hal yang dilakukan bersama. Meskipun ga mudah menyatukan 2 pribadi yang berbeda, jika dilalui dengan penuh kesyukuran maka akan jadi asyik!

Satu hal yang gw sadari adalah seiring berjalannya waktu, kami membuat habit baru yang merupakan hasil negosiasi dari habit masing-masing. Negosiasinya bukan hasil rembukan lho… tapi terbentuk secara tidak sadar. Intinya saling menyesuaikan dan beradaptasi.

Contoh simpelnya gini, suami gw kalau pakai odol itu harus dipencet dari bawah. Jadi kemasan paling bawah akan kosong karena menurut dia lebih efisien. Gaya itu beda banget sama gw yang asal pencet yang penting keluar. Sekarang, tanpa gw sadari gw melakukan kombinasi. Pas naro odol disikat, gw akan pencet sembarangan. Tapi begitu selesai sikat gigi, gw akan rapihin lagi posisi odol biar yang kosong tetap di bawah. Kelihatannya ga penting ya? Tapi perlu diingat, kadang perbedaan habit kecil begini ini yang bisa membawa keangkara murkaan! Dengan bernegosiasi dan beradaptasi sejak awal akan mengurangi resiko kesalahpahaman di masa depan. Wkwkwk.

Contoh lainnya penggunaan uang. Sebelum nikah, gw dan suami udah ngomongin berapa perkiraan biaya bulanan yang akan keluar. Pos mana yang dia tanggung dan pos mana yang gw tanggung. Penting juga untuk memutuskan siapa yang akan pegang uang bulanan. Saran gw, pilih yang paling pintar dan hemat dalam mengelola uang, niscaya pengeluaran akan aman dan gak bengkak parah. Nah, seluruh rincian itu ditulis di buku pengeluaran yang gw siapkan khusus, diberi tanggal, dan ditanda tangani oleh kami berdua. Rincian ini bisa diubah sesuai hasil evaluasi bersama. Misal penggunaan AC bikin biaya listrik lebih mahal dari perkiraan, gw pun bikin revisi anggaran rumah tangga yang dilegitimasi bersama.

Lho kok kesannya ga percayaan banget? Well, berbekal pengalaman hidup, nasehat orangtua, dan curhat dari teman-teman yang udah nikah, kesimpulan gw adalah setiap hal yang berhubungan dengan uang harus diperlakukan dengan cara profesional. Sebab kata bapak gw, uang itu gak ada saudaranya. Keluarga kandung sedarah aja bisa ribut gara-gara uang, apalagi yang ga sedarah. Dan yang perlu diingat, suami istri walaupun mahram, tetap bukan satu darah. Persoalan uang memang sensitif. Jangan sampai suami/istri ngedumel dalam hati karena ada yang merasa terlalu berat untuk menafkahi atau merasa kurang dinafkahi, trus akhirnya curcol di medsos sehingga seluruh dunia tahu. Bisa perang dunia nanti!

Dalam rumah tangga gw, semua dilakukan sesuai prinsip “Right (wo)man in the right place”. Untuk urusan domestik rumah tangga, serahkan saja pada ahlinya! Contoh, suami gw lebih jago masak dari pada gw. Aku mah apa atuhhh… cuma pinter ngabisin makanan. Wkwkwk. Jadi, urusan belanja bahan makanan, masak, sampai cuci piring itu jadi tanggung jawab suami gw. Walaupun kitchen set gw warna pink (warna fave gw), tapi penguasanya adalah suami gw. Hohoho. Selain itu suami gw juga bertugas buang sampah dan beli galon.

Lalu, kerjaan gw apa? Gw lebih ahli bersih-bersih dari suami. Nyapu, ngepel, ngelap, gosrek toilet, itu semua kerjaan gw. Trus yang nyuci dan gosok siapa? Well, sejak kami ga pakai asisten rumah tangga, yaa sesuai prinsip utama. Serahkan ke laundry aja! Ahahahaa… Jaman sibuk kayak gini, kita harus hemat energi. Jangan terlalu capek nanti bawaannya emosi lho. Kalau emosi udah bermain, ujungnya bakal keluar kata-kata merasa tidak dihargai, tidak diperhatikan, tidak disayang, bla bla. Perang dunia lagi deh…

Ada juga kerjaan-kerjaan yang dilakukan bersama. Misalnya ganti seprei, cuci pakaian dalam, dan potong rumput halaman. Sistemnya gantian aja. Siapa yang gak mager dia yang ngerjain. Kalau mager dua-duanya ya gak usah dikerjain. Kadang juga kalau kami mager dengan tugas masing-masing, ya jangan dikerjakan dulu. Kalau suami lagi malas masak, ya tinggal beli makanan yang disuka. Kalau gw lagi malas beberes ya gak usah dipaksain. Gak usah terlalu ngoyo harus ini itu karena bakal stress sendiri.

Selain pembagian tugas rumah tangga, rutinitas tambahan juga harus didiskusikan bersama. Misalnya suami gw mau kuliah lagi, sebagai istri tugas gw adalah mendukung dia. Dari awal harus paham resiko dari rutinitas baru ini seperti dia bakal pulang malam plus sabtu kuliah seharian. Kalau suami mau nongkrong, dia juga selalu nanya ke gw dulu. Sebab dia tau, dalam perkataan istri itu ada sebuah pesan dari semesta untuk kemaslahatan dia. Jangan lupa, firasat istri itu mampu menembus ruang dan waktu yang seringkali menyelamatkan suami dari hal yang penuh marabahaya.

Sebaliknya, suami juga mendukung kegiatan istri. Misalnya gw mau konfrensi di sana sini, suami mendukung penuh. Biasanya sebelum apply, gw akan tanya dulu ke suami. Boleh ngga ikut konfrensi ini. Gw selalu nanya dulu walaupun gw tahu jawabannya selalu boleh. Wkwkwk. Buat gw, ini tuh kayak minta restu dan ridho suami karena setelah ijab kabul terjadi, tanggung jawab pindah dari orangtua ke suami. Percaya deh… kalo suami udah ridho, doanya akan menembus langit dan bikin kita sukses. Pernah lhoo gw iseng ga bilang-bilang. Ternyata gw gak lolos seleksi booo… Beda kalau gw bilang, jalannya dimudahkan dan rejeki itu selalu datang.

Dalam 2 tahun pernikahan ini, kami tau kalau cinta itu perlu dimaintenance, perlu dipupuk, perlu diingatkan biar gak lupa. Jangan absen untuk saling menyatakan “I love you”, jangan ragu untuk berpelukan, jangan malas untuk saling memuji dan mengatakan “Duh aku beruntung banget sih nikah sama kamu…”, “Kamu keputusan terbaik yang pernah aku ambil dalam hidup”, “Makasih sayang karena udah sayang aku”, dsb. Memang terdengar cheesy, but why not selama itu membuat 2 orang merasa saling melengkapi dan saling mensyukuri. Sebab jangan lupa, cinta itu harus terus diupayakan.

Jadi gimana rasanya 2 tahun nikah? Wooow penuh keasyikan! ūüėĄūüėĄūüėĄ

Jakarta, 30 Mei 2018

Chibi Ranran